Pilihan Transportasi Wisata Tradisional yang Mudah Dicari
image source: pexels.com

Pilihan Transportasi Wisata Tradisional yang Mudah Dicari

Transportasi wisata tradisional merupakan salah satu pilihan alternatif bagi kamu ketika sedang berlibur di daerah tertentu. Biasanya, jenis kendaraan tersebut ditentukan berdasarkan budaya, adat istiadat, hingga kondisi lingkungan di sekitarnya.

Sama seperti kendaraan modern, transportasi tradisional tersebut cenderung mudah dicari karena selalu tersedia. Beberapa bahkan memang sengaja ditawarkan sebagai salah satu atraksi wisata yang menjadi daya tari bagi para wisatawan.

Jenis Transportasi Wisata Tradisional yang Bisa Digunakan Selama Berlibur

Ada beberapa jenis kendaraan tradisional yang bisa kamu pilih di lokasi wisata tertentu saat liburan. Mulai dari sepeda angin standar, becak, andong atau delman, hingga menaiki kuda berpelana untuk berkeliling.

1. Menyewa Sepeda untuk Berkeliling Dalam Jarak Dekat

Sepeda bisa dibilang sangat mudah ditemukan karena rata-rata disediakan oleh rental-rental penyewaan di tempat-tempat wisata. Kamu bahkan bisa memilih model dengan single seat atau double seat sesuai dengan kebutuhan.

Sepeda sering dipilih karena praktis dan lebih efektif dibandingkan jika harus berjalan kaki. Selain itu, harga sewanya juga cenderung lebih terjangkau serta cocok untuk berkeliling kompleks wisata dalam jarak dekat.

2. Menggunakan Becak Sebagai Alternatif Berjalan Kaki

Transportasi wisata tradisional lainnya yang bisa dipilih adalah menggunakan becak untuk berkeliling. Kelebihan dari kendaraan satu ini adalah, kamu tidak perlu mengayuh sendiri karena telah dikemudikan oleh seorang tukang becak.

👉 BACA JUGA  Tips Memilih Kursi Kereta Ekonomi yang Nyaman untuk Perjalanan

Becak sangat lazim ditemui di berbagai lokasi wisata tertentu karena sangat praktis untuk mengantar wisatawan. Selain itu, tampilannya juga sering dibuat dengan beberapa variasi agar mampu menarik perhatian dari wisatawan.

3. Naik Delman atau Kuda Jika Memang Tersedia

Opsi berikutnya adalah menaiki delman atau andong jika memang tersedia. Kendaraan yang ditarik oleh kuda ini seringkali ditawarkan kepada para wisatawan, sebagai salah satu bagian dari atraksi wisata lokal setempat.

Selain itu, transportasi wisata tradisional seperti delman sangat cocok untuk rombongan pengunjung yang berjumlah banyak. Keberadaannya bahkan menjadi alternatif terbaik selain kendaraan bermotor jika ingin berkeliling tanpa terganggu dengan polusi.

4. Menyewa Perahu Jika Berlibur di Kawasan Pantai

Jenis kendaraan satu ini hanya bisa ditemukan jika kamu berlibur di kawasan pantai atau daerah dengan perairan yang luas. Menyewa perahu juga menjadi pilihan satu-satunya jika ingin mengelilingi pantai tersebut.

Kamu biasanya bisa menyewa perahu dengan dua pilihan, yakni menggunakan tenaga manusia atau digerakkan oleh mesin. Pilihan tersebut tergantung dari seberapa jauh jarak tempuh perahu atau lokasi yang akan dituju.

Alasan Transportasi Tradisional Sangat Direkomendasikan Saat Liburan

Menggunakan transportasi wisata tradisional seperti di atas memiliki banyak keuntungan bagi wisatawan. Selain harganya lebih terjangkau, kendaraan tersebut juga bisa digunakan secara bebas, serta menjadi salah satu atraksi wisata lokal.

1. Harga Lebih Terjangkau Dibandingkan Kendaraan Bermotor

Secara umum, kendaraan non-mesin tentu biaya sewanya lebih murah dibandingkan dengan mesin bermotor. Salah satu contohnya adalah rental sepeda di kawasan wisata daerah Yogyakarta dan sekitarnya, rata-rata berkisar Rp 100.000.

Namun harga tersebut tidak tetap karena biaya sewa juga dilihat dari unit sepeda yang akan digunakan. Selain itu, penyedia rental juga sering menawarkan paket tour bersepeda agar harganya semakin terjangkau.

👉 BACA JUGA  Transportasi Perjalanan Wisata Lampung, Kamu Harus Tahu

2. Bebas Kemana Saja dengan Mudah

Kendaraan tradisional seperti sepeda, delman, dan lainnya secara umum menuruti keinginan penumpang sesuai dengan tujuannya. Jika bertujuan untuk berkeliling di sekitar area wisata, moda transportasi ini sangat cocok untuk dipilih.

Transportasi wisata tradisional lebih mudah dari segi mobilitas karena digerakkan oleh tenaga manusia atau hewan seperti kuda. Selain itu, banyak tempat-tempat wisata memperbolehkannya karena tidak berisik serta mengeluarkan polusi berbahaya.

3. Merasakan Sensasi Tersendiri Sebagai Bagian dari Aktivitas Berwisata

Kamu juga bisa merasakan sensasi berwisata jika menggunakan kendaraan tradisional tersebut untuk berkeliling. Tidak hanya menikmati suguhan yang atraktif berupa lokasi wisatanya saja, tapi juga menikmati keindahannya lewat transportasi tersebut.

Tidak mengherankan jika pengelola tempat wisata menjadikannya sebagai bagian dari atraksi pariwisata itu sendiri. Salah satunya pertimbangannya selain faktor ekonomi adalah, kendaraan tersebut bisa menjadi ciri khas sebagai transportasi lokal.

Berkendara dengan menggunakan sepeda, becak, delman atau andong, hingga perahu secara umum memang sangat menyenangkan. Selain mudah dicari, kamu juga bisa merasakan sensasi berwisata lewat penggunaan transportasi wisata tradisional tersebut.