Wisata Nyepi di Bali, Menikmati Kesunyian Sebuah Peradaban

Wisata Ke Bali Saat Nyepi Seperti sebuah Pulau yang mati. Bali berada dalam kesunyian total. Tak ada kendaraan di jalan raya, tak ada orang lalu lalang, tak bahkan malam hari hanya gelap yang terlihat. Itulah suasana Nyepi di Bali. Saat Nyepi, warga Bali tidak ada yang melakukan kegiatan. Semuanya tinggal di rumah. bali_nyepi_malam

Suasana Bali yang sepi ini ternyata memberikan sensasi tersendiri. Wisatawan justru ingin merasakan bagaimana sebuah pulau yang gemerlap, selalu sibuk oleh pengunjung bisa berubah menjadi seperti pulau tak berpenghuni, pulau mati.

Tapi wisatawan terutama dari luar negeri justru berdatangan untuk melihat Bali dalam suasana yang berbeda. Namun demikian kunjungan wisatawan untuk menikmati momen ini memang harus benar – benar dipersiapkan sebelumnya. Jika anda ingin dating dan menyaksikan Nyepi di Bali anda harus tahu pasti kapan Nyepi terjadi. Sebab jika tidak, akan fatal akibatnya anda tidak akan pernah bisa masuk ke Bali pada hari Nyepi. Jalur masuk dan keluar Bali ditutup total saat Nyepi berlangsung.

Selain ingin menikmati sensasi kesunyian Pulau Bali, wisatawan juga dapat menyaksikan ritual yang dilaksanakan sebelum dan sesudah Nyepi. Acara itu memang benar-benar menarik untuk dilihat.

Ada beberapa kegiatan wisata  yang dilakukan sebelum dan sesudah Nyepi adalah:

Melasti

Upacara ini adalah sebuah penyucian dan ritual sembahyang. Perlengkapan sembahyangan diarak dari Pura ke pantai. Upacara ini biasanya terjadi dua hari sebelum Nyepi dan paling ramai dilaksanakan di Pantai Kuta dan Sanur. Di beberapa daerah di Bali perayaan Melasti dilakukan di pagi hari. Pantai Sanur salah satunya. Namun ada pula yang melakukan Melasti di sore hari menjelang matahari terbenam seperti di Pantai Kuta.

Mecaru atau Tawur Kesanga

Tawur Kesanga adalah merupakan satu ritual yang menjadi langkah awal bagi umat Hindu menuju nyepi. Karena itu di dalamnya ada ritual pecaruan atau pembersihan bumi. Ritual ini juga bertujuan untuk mendapatkan berkah dari pencipta. Keesokan harinya adalah ritual yang diikuti dengan ngerupuk. Upacara pengerupukan merupakan ritual untuk mengusir Buta Kala atau roh jahat agar tidak mengganggu umat yang akan melakukan Nyepi. Acara ngerupuk sangat meriah dengan pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh adalah patung yang dibuat dengan wajah yang menyeramkan. Patung itu menggambarkan Buta Kala, roh jahat. Saat pawai, berbagai ogoh-ogoh dari segala banjar pun bisa saling bertemu. Pawai ogoh-ogoh bisa Anda lihat di Kuta atau di alun-alun kota Denpasar. Tapi, bisa juga dilihat di setiap daerah di Bali. Ritual nyepi di Bali ini menjadi daya tarik wisata tersendiri. Beberapa hotel di bali bahkan menawarkan paket wisata nyepi bagi wisatawan. Mau mencoba?! Kenapa tidak?

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,