Puri Agung Karangasem, Puri indah paduan dari 3 arsitektur bangsa

Puri Agung Karangasem adalah sebuah Puri yang terletak di pusat kota Amlapura, yang merupakan ibukota Kabupaten Karangasem. Puri Agung Karangasem memiliki daya tarik terutama pada bentuk arsitektur bangunannya yang menarik memiliki perpaduan antara arsitektur Bali, China, dan Eropa. Sentuhan Arsitektur Bali bisa di lihat pada ukiran candi, patung dan relief wayang di dinding bangunan Puri. Sementara pengaruh arsitektur Eropa terdapat di bangunan induk dan beranda yang luas yang di beri nama Maskerdam. Dan arsitektur terkhir yakni dari China terlihat pada motif ukiran yang terdapat pada pintu, jendela dan ornamen-ornamen bangunan yang terdapat di Puri.

Puri ini meiliki luas sekitar 20.000 m² memiliki panjang 200 meter serta lebar 100 meter dan di kelilingi oleh tembok yang tinggi dan tebal. Puri Agung Karangasem jika di bagi memiliki 3 bagian yakni halaman pertama di sebut dengan Bencingah, lalu halaman kedua di beri nama Jaba Tengah, dan halaman paling dalam yang bangunan utama dan berarsitektur Eropa yakni Maskerdam. Selain memiliki arsitektur berbagai bangsa ciri khas Puri yang lain adalah gapuranya serta candi-candinya yang menjulang tinggi mencapai ketinggian 25 meter dan terbuat dari batu bata serta dihiasi cetakan yang bermotif wayang. Sementara di depan candi terdapat sepasang patung singa dan sepasang patung penjaga pintu serta sepasang pos penjagaan.

Sejarah dari Puri Agung Karangasem ini di dirikan di akhir abad ke-19 oleh Anak Agung Gede Djelantik yang merupakan raja Karangasem yang pertama. sekaligus raja yang mendirikan puri ini. Saat itu beliau adalah seorang Stedehouder atau bisa di artikan sebagai wakil pemerintah kolonial Belanda yang pertama di antara tahun 1896 dan 1908. Lalu semenjak tahun 1909, Anak Agung Gede Djelantik digantikan oleh keponakannya yakni I Gusti Bagus Djelantik, dan merupakan Anak Agung Bagus Djelantik. I Gusti Bagus Djelantik inilah yang merupakan raja terakhir yang meninggal di Puri Agung tersebut pada tahun 1966.

I Gusti Bagus Djelantik yang juga memiliki nama Ida Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem juga tidak kalah berjasanya bagi Puri Agung dan Karangasem. Berbagai karya dari berbagai bidang telah dirinya tinggalkan selama menjadi Raja. Puri Agung Karangasem, juga beliau perindah salah satunya dengan menciptakan Kuri Agung atau gapura istana. Sampai saat ini peninggalannya masih terjaga selain itu dua buah taman yakni  Taman Sukadasa yang didirikan pada tahun 1919 dan Taman Tirta Gangga pada tahun 1948 juga merupakan rancangannya.

Untuk mencapai lokasi Puri Agung Karangasem di pusat kota Amlapura tersebut dari ibukota Denpasar menempuh kurang lebih berjarak sekitar 78 km sementara jika dari kawasan wisata lainnya yakni Candi Dasa berjarak 15 km.