Desa Petulu, desa dengan ribuan burung di dalamnya

Desa Petulu adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan ubud, kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Yang membuat desa ini unik dan berbeda dengan desa lain adalah keberadaan  ratusan bahkan ribuan burung sejenis bangau atau dalam bahasa setempat bernama kokokan yang hidup di sekitar desa dan hinggap di sekitar pohon maupun bangunan yang terdapat di Desa Petulu. Penduduk di desa ini tidak berbeda dengan penduduk desa lain baik aktifitas maupun kesibukannya tetapi keberadaan burung-burung ini sama sekali tidak membuat para penduduk terganggu, begitupun dengan burung-burungnya tetap menampakan gerak-gerik biasa tidak menyiratkan takut akan kehadiran manusia, sungguh perpaduan yang unik.

Menurut cerita beberapa warga setempat burung-burun kokokan yang terdapat banyak di desa Petulu ini awalnya mulai bersarang sejak tahun 1965. Dan mulanya saat itu jumlahnya hanya sekitar lima ekor, namun beberapa bulan kemudian populasi burung di desa petulu ini meningkat tajam, dan merupakan burung yang bemigrasi dan akhirnya memilih tinggal di kawasan desa  ini. Melihat banyaknya burung yang hinggap di desa ini masyarakat sekitar, banyak yang menangkap burung burung untuk  dipelihara maupun dipotong untuk dijadikan makanan. Tetapi keinginan itu tidak pernah samapi terjadi karena orang-orang yang menangkap burung-burung ini selalu datang kembali ke desa dan mengembalikan burung yang di tangkapnyanya.

desa-petulu-1Rata-rata mereka serempak mengatakan ‘tidak kuat’. katanya. Menurut warga desa setempat, orang orang ini setelah menangkap burung kokokan tersebut sering didatangi oleh makhluk makhluk  aneh yang tidak di ketahui asalnya. Baik mimpi maupun kenyataan. Lebih  dari 50 orang yang mengalami hal ini. Akhirnya penduduk pun berkonsultasi dengan pendeta, dan diambilah keputusan untuk melakukan ritual permintaan maaf di Pura Desa. Saat prosesi ritual permintaan maaf berlangsung, pemangku pura desa mengalami kesurupan  serta menyatakan bahwa burung-burung kokokan ini adalah rencang (pengawal) Ida Betara yg dipuja di pura desa setempat.

Akhirnya burung-burung itupun di biarkan dan tidak di usik keberadaanya sampai sekarang. Walaupun kawanan burung-burung ini ada setiap tahun tetapi pada bulan oktober sampai maret lah burung akan terlihat banyak keberadaanya. Karena perhatian dan upaya masyarakat setempat untuk selalu menjaga keberadaan habibat burung ini desa ini pernah mendapatkan anugerah piala kalpataru atas upayanya tersebut.

Burung-burung ini akan mulai beraktifitas saat pagi hari dan akan kembali saat sore hari jadi sore hari adalah saat yang tepat untuk melihat para burung adalah sore hari. Selain itu bawalah penutup kepala agar tidak terkena kotoran burng yang bertengger di ketinggian, walaupun sebenarnya ada mitos di masyarakat setempat bahwa yang kena kotoran burung akan mendapatkan keberuntungan.

Untuk menuju Desa Petulu ini maka bisa di tempuh dengan jarak sekitar 30 km dari Kota Denpasar dan serta menghabiskan waktu 45 menit perjalanan. Serta berjarak sekitar 5 Kilometer dari pusat kota Ubud.

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,