Pesawat Terbelah Menjadi Dua, Kecelakaan Pesawat Lion Air di Bali

Musibah terjadi lagi di Bali.  Pesawat Lion Air Boeing 737-800 NG yang menempuh penerbangan dari bandung ke Bali, take off dari  Bandara Husein Sastranegara pada pukul 12.48 WIB,  gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai dan tergelincir masuk ke laut  pada pukul 15.10 Wita. Beberapa saat kemudian badan pesawatpun terbelah menjadi dua. Kecelakaan pesawat ini membuat 3 penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Denpasar, Bali tertunda.
Pesawat dengan kode penerbangan JT 960 mengalami insiden pendaratan darurat di perairan dekat Bandar Udara Ngurah Rai, Bali,  dan untuk sementara diduga penyebab kecelakaan adalah karena  rusaknya sistem roda saat melakukan pendaratan. Namun jika penyebabnya memang adalah kerusakan system roda, maka ada beberapa prosedur pendaratan darurat yang perlu dipertanyakan. Dalam hal ini, tentu pilot adalah yang paling bertanggung jawab.
Untuk masyarakat atau keluarga korban yang ingin tahu tentang informasi terkini dari keluarga mereka yang ikut pada penerbangan Lion Air tersebut, Angkasa Pura II akan membuat  posko di Bandara Husein Sastranegara, Bandung
Pada penerbangan kali ini Lion Air mengangkut 101 penumpang, yang terdiri dari 95 penumpang dewasa, 5 anak-anak, dan 1 bayi.  Semua penumpang dinyatakan selamat, tetapi 44 orang di antaranya mengalami luka ringan. Para korban yang luka tersebut dibawa ke beberapa rumah sakit di Denpasara, yaitu 10 orang RS Surya Husada, 23 orang ke RS Kasih Ibu, 10 orang ke RS Sanglah, dan 1 orang dirawat di Bali International Medical Center. Seperti yang diberitakan pada beberapa media elektronik, ada tiga warga Negara asing yang ikut dalam penerbangan ini, dua orang warga Negara Singapura dan satu lagi belum diketahui asalnya.