Kertha Gosa, keindahan dari salah satu bagian istana peninggalan kerajaan Klungkung

Kertha Gosa adalah sebuah tempat tujuan wisata yang terletak di pusat ibukota kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Obyek wisata ini termasuk kepada objek wisata bersejarah karena bangunannya merupakan bagian dari istana  (puri) kerajaan Klungkung yang sebagian besarny hancur saat terjadi penyerangan tentara Belanda di tahun 26 april 1908 yang di kenal dengan puputan Klungkung. Istana ini di bangun pada akhir abad ke-17, selain Kertha Gosa yang tersisa dari Isatana Klungkung adalah pengadilan dan gerbang utama.

Istana Kertha Gosa dibangun saat masih pemerintahan raja Klungkung yang pertama yakni Ida I Dewa Agung Jambe pada tahun 1686, dan terdiri dari dua bangunan yakni Bale Kertha Gosa dan Bale kambang atau biasa di kenal dengan Taman Gili yang di kelilingi dengan kolam. Kedua bangunan ini terletak di sebelah utara isatana kerajaan Klungkung. Nama Kertha Gosa berasal dari bahasa Sansekerta, kertha berrarti tentram dan damai sementara Gosa mempunyai arti yang mempunyai arti diumumkan. Sehingga kertha Gosa mempunyai fungsi sebagai tempat permbahasan segala sesuatu menyangkut situasi keamanan, kemakmuran serta keadilan di wilayah kerajaan Bali.

Kertha Gosa juga merupakan sebuah bangunan yang dahulunya digunakan sebagai tempat peradilan tradisional. Selain itu pada masa kejayaannya kerajaan Klungkung dahulu  , Kertha Gosa berfungsi sebagai tempat pertemuan para raja-raja bawahan di Bali dan tempat untuk menyambut tamu-tamu asing yang berkunjung ke Klungkung. Bangunannya  bergaya arsitektur tradisional Bali sehingga sangat menarik di langit-langit bangunan terdapat lukisan-lukisan tangan pewayangan, yang menggambarkan tentang kehidupan manusia dan karma.

Semua lukisan ini dibuat oleh seniman dari Desa Kamasan, sebuah desa  yang letaknya tidak terlalu jauh dari Kertha Gosa, sehingga di kenal dengan lukisan Kamasan. Lukisan di buat dari  kain belacu yang diberi larutan tepung beras, lukisan ini awet hingga puluhan tahun. Dan pembuatan lukisannya pun tidak menggunakan kuas yang biasa di gunakan oleh pelukis. Melainkan dari Kuas yang terbuat dari bambu dan batang pohon Nao. Sementara cat pewarnanya berasal dari gerusan batu pere yang diberi air sehingga warnanya bisa cokelat bata. Dan warna kuning di dapat dari kencu.

Upaya untuk memperbaiki Kertha Gosa telah di lakukan salah satunya dengan mengupayakan adanya dana dari pusat yang nantinya akan di gunakan untuk merestorasi dan memperbaiki Kertha Gosa. Walaupun masih terkendala status tanah di Kertha Gosa yang belum diberikan oleh pihak Puri Klungkung sebagai hak guna pakai, semoga kedepannya ada perbaikan sehingga situs budaya Kertha Gosa lebih terjaga dan menarik lagi untuk semua wisatawan.

Untuk menuju Kertha Gosa yang di pusat ibukota kabupaten Klungkung yakni Semarapura berjarak sekitar 70 km dari arah Denpasar. Karena tempatnya yang berada di pusat kota klungkung sehingga menjadikannya mudah untuk dijumpai.

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,