Brahmavihara-Arama, tempat religius Vihara Buddha terbesar di Bali

Brahmavihara-Arama, tempat religius Vihara Buddha terbesar di Bali Reviewed by evacation on . This article We found is mainly about the info of Brahmavihara-Arama, tempat religius Vihara Buddha terbesar di Bali

Brahmavihara-Arama yang lebih dikenal dengan nama Wihara Buddha Banjar merupakan Vihara Buddha terbesar yang ada di Bali.  Terletak di desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dan berada di daerah perbukitan desa Tegeha yang tenang dan damai membuat  Wihara Buddha Banjar memiliki suasana religius yang kental apalagi di kawasan ini bisa melihat pemandangan langsung ke pantai Lovina yang terkenal. Sejarah Brahmavihara-Arama ini didirikan oleh Bante Girri Rakhito Mahatera pada tahun Read More…

Rating: 5

Brahmavihara-Arama yang lebih dikenal dengan nama Wihara Buddha Banjar merupakan Vihara Buddha terbesar yang ada di Bali.  Terletak di desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dan berada di daerah perbukitan desa Tegeha yang tenang dan damai membuat  Wihara Buddha Banjar memiliki suasana religius yang kental apalagi di kawasan ini bisa melihat pemandangan langsung ke pantai Lovina yang terkenal.

Sejarah Brahmavihara-Arama ini didirikan oleh Bante Girri Rakhito Mahatera pada tahun 1958 dan mulai di pugar atau bangun kembali pada tahun 1969 dan selesai pada tahun 1970. Tiga tahun setelah selesai yakni di tahun 1973 barulah Brahmavihara-Arama ini diresmikan penggunaannya sebagai vihara Buddha di Bali.

Brahmavihara-Arama memiliki beberapa komplek tetapi secara garis besarnya bisa di pecah menjadi 5 kompleks yaitu :

brahmaviharaaramamonastery » Brahmavihara Arama, tempat religius Vihara Buddha terbesar di BaliKomplek pertama yakni Uposatha Gara, letaknya berada di puncak sebelah barat dan sebuah ruangan yang nyaman serta tenang. Di dinding-dinding Uposatha Gara terdapat pahatan tentang kelahiran Sang Buddha sementara di bagian tengah terdapat patung Sang Buddha yang sedang mencapai Samma Sang Buddha atau Surga/Nirwana. Fungsi Ruangan Uposatha Gara ini untuk penasbihan para calon bikhu dan sebagai tahap awal sebelum mengikuti tahap selanjutnya. Di tempat ini para bhiku mengucapkan sumpah dan janjinya sebagai calon bikhu.

Komplek kedua adalah Dharmasala, letaknya berada di sebelah timur dan berfungsi sebagai tempat belajar. Di Dharmasala para bhiku melakukan kegiatan kebaktian, memberi khotbah, dan sebagai tempat melakukan aktivitas spiritual.

Stupa adalah komplek ketiga yang berada di Brahmavihara-Arama dan letaknya di sudut barat laut. Stupa ini berupa bangunan yang berbentuk  lonceng raksasa seluruh sisi stupa terbuat dari beton dengan relief yang indah. Di dalam stupa itu konon tersimpan benda suci milik Sang Buddha, salah satunya adalah relik, yakni sebuah benda tahan api dan berkilauan.

Pohon Bodi, pohon besar yang di sekitarnya dihiasi oleh relief yang terdapat dalam sebuah bangunan. Tempat ini sering di gunakan sebagai pengunjung untuk meditasi saat hari raya Waisak dan Asada. Serta  memiliki makna sebagai simbul kemenangan Sang Buddha mencapai Samma Sang Buddha atau kesempurnaan yang abadi.

Kuti, adalah komplek yang terdiri dari beberapa ruangan yang di gunakan untuk menuntut ilmu oleh para siswa  dan Bhiku juga sebagai tempat latihan para Bhiku.

Selain itu, yang tidak kalah menarik dari Brahmavihara-Arama adalah adanya beberapa buah patung Buddha yang menghiasi tiap sudut taman dan ruangan Brahmavihara-Arama.

Untuk menuju Wihara Buddha Banjar yang terletak di desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng ini berjarak sekitar 22 km dari barat Singaraja dan berjarak 11 km dari kawasan wisata Pantai Lovina. Sementara jika dari ibukota Denpasar menempuh sekitar 2 jam, melalui jalan raya Denpasar-Bedugul-Singaraja dan berjarak sekitar 100 km