Pura Luhur Batukaru, Pura Sad kahyangan yang ramai saat Piodalan

Pura Luhur Batukaru adalah sebuah pura yang terletak  di Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Pura ini berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, terletak di sebelah selatan kaki Gunung Batukaru dan dikelilingi oleh berbagai jenis pepohonan sehingga membuat suasana di sekitarnya menjadi berhawa sejuk. Seperti pada umumnya Pura di Bali, Pura Luhur Batukaru juga berkonsep Tri Mandala. Bentuk Bangunan utama atau biasa di sebut dengan Utama Mandala memiliki atap yang berundak-undak dan memiliki kemiripan dengaan candi yang terdapat di Jawa timur.

Terdapat sumber mata air yang berada di bagian dalam pura, sumber mata air ini tidak dipergunakan secara sembarangan tetapi khusus untuk kepentingan upacara. Sementara pada bangunan kedua terdapat sumber mata air yang bisa di gunakan untuk kepentingan umum seperti mandi dan cuci muka, sumber mata air di tempat ini berguna untuk sebagai pembersihan diri  secara sekala dan niskala baik lahir maupun batin  saat persiapan untuk sembahyang.

Pura ini sangat kaya dengan peninggalan sejarah salah satunya adalah peninggalan-peninggalan purbakala seperti arca-arca kuno dan benda pusaka berupa keris dan tombak. Belum ada catatan yang pasti mengenai kapan di bangunnya Pura ini , tetapi di perkirakan sudah ada pada abad pada XI Masehi. Hal ini merujuk pada temuan berbagai jenis arca pancuran yang terdapat di banyak sumber air yang terdapat di pura ini. Dari penemuan itu maka di tariklah kesimpulan bahwa Pura Luhur Batukaru ini pernah dijadikan tempat untuk bertapa dan juga sebagai tempat pemujaan oleh tokoh-tokoh spiritual di daerah Tabanan serta Bali.

Menurut beberapa para ahli arkiologi yang pernah meneliti Pura ini. Beberapa peninggalan purbakala yang terdapat di sini berzaman sama dengan Pura Luhur Uluwatu, Pura Guwa Lawah, Pura Lempuyang Luhur, Pura Besakih dan Pura Pusering Jagat yang didirikan oleh Mpu Kuturan.

Pura Luhur Batukaru adalah salah satu dari enam buah Pura Sad kahyangan yang terdapat di Bali. Pura ini di bangun untuk pemujaan kepada Dewa Mahadewa, banyak wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke sini pada saat Upacara Piodalan yaitu pada hari Umanis Galungan atau sehari setelah hari raya Galungan. Upacara piodalan di pura ini jatuh setiap 210 hari sekali yaitu pada setiap Kamis Wuku Dungulan sehari setelah hari raya Galungan. Yang berbeda dan menjadi unik di Pura Luhur Batukaru adalah upacara piodalan maupun upacara besar lainnya yang di laksanakan di tempat ini dipimpin oleh pandita. Melainkan upacara cukup dipimpin oleh pemangku yang disebut Jero Kubayan.

Untuk mencapai Pura Luhur Batukaru yang terletak di Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ini Jaraknya 43 km kearah utara dari kota Denpasar. Sementara jika dari Bandara Ngurah Rai bisa di tempuh dengan waktu  kurang lebih 90 menit perjalanan.

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,